Saturday, 8 October 2016

Wi-Fi Password Dari Bandara di Seluruh Dunia Dalam Satu Peta Brilian






Membunuh waktu saat menunggu penerbangan di bandara adalah sesuatu yang 
cukup membosankan, tetapi akan terbantu bila ada wi-fi gratis di bandara.

Travel blogger dan insinyur keamanan komputer, Anil Polat, memahami perjuangan duduk di bandara tanpa Wi-Fi gratis, sehingga ia menciptakan peta interaktif berguna untuk bandara-gers yang dengan mudah menemukan Wi-Fi password.





Peta, dengan update Polat yang selalu terkini, termasuk password Wi-Fi dan lokasi dari puluhan bandara di seluruh dunia.




Dengan meng-klik sebuah bandara, pengguna menerima petunjuk khusus tentang di mana tempat terbaik untuk akses koneksi Wi-Fi, bersama dengan instruksi untuk memasukkan password.

Dan bagi teman-teman travelers yang menunggu penerbangan berikutnya ataupun yang akan menginap di bandara, dengan fitur ini akan dengan mudah mencari tempat terbaik untuk koneksi wi-fi gratis. Fitur ini dapat di download pada App store, Google play dan Amazon.


Happy Traveling......

Tuesday, 4 October 2016

Rumah-Rumah Troglodyte Masa Kini






Tahun lalu saya pernah mengunjungi sebuah kawasan di Perancis tengah, pemukiman penduduk abad pertengahan yang hidup di gua, atau rumah gua, yang lebih dikenal sebagai Troglodyte. Adapun rumah troglodyte sangatlah sederhana, dan peralatan di dalam rumah itupun sangat sederhana, karena penduduk yang tinggal di rumah gua adalah para petani, atau pemahat batu untuk pembangunan istana atau kastil. 







Dan setelah saya pindah ke wilayah Oise, saya temukan sebuah desa Troglodyte di Gouvieux, 35km dari Paris. Sayapun penasaran dan mengunjungi tempat itu. Dan desa yang saya temukan benar-benar sebuah kawasan dengan rumah-rumah gua, tetapi diabad modern. Pada saat kaki memasuki desa ini, yang terlihat di tebing bebatuan adalah jendela, pintu, dekorasi bunga-bunga, layaknya sebuah rumah. Dan tidak terlihat seperti rumah-rumah gua abad pertengahan, tetapi lebih modern layaknya sebuah rumah masa kini.

Terdapat 15 gua yang menjadi rumah, dan semuanya menghadap ke jalan. Pada beberapa rumah, bagian depan rumah hampir seluruhnya tertutup tanaman yang merambat turun dari atas tebing, sehingga benar-benar seperti sebuah gua tetapi berbentu rumah! Bahkan terdapat cerobong perapian juga. Menarik ya…

Warisan yang unik ini menjadi sebuah perkampungan yang menawan bagi para penduduk Gouvieux. Pada abad pertengahan, hunian gua dipilih oleh kaum kurang mampu, dan seiring perkembangan zaman, hunian rumah menjadi pilihan karena pendekatan ke alam. Pada musim panas, dalam rumah gua ini tidak terlalu panas dan pada musim dingin, tidak terlalu dingin. Dan bagian dalam guapun sudah direstorasi dengan semen dan beton, begitu juga dengan bagian depan rumah dilengkapi dengan jendela kayu, pintu dan juga ventilasi udara. 

Dan bagi yang ingin menginap atau merasakan kehidupan di rumah gua, terdapat sebuah rumah yang disewakan bagi para tamu. 


 Masa lalu


Masa lalu


Masa kini


 Masa kini

Cerobong perapian



Happy Traveling....