Tuesday, 24 January 2017

Gerberoy, Desa Nan Indah di Perancis



Berdiri di pegunungan Bray, di kabupaten Oise, region Picardie, 116 km dari paris. Gerberoy adalah desa yang menawan, Sebuah desa berhiaskan bunga mawar, wisteria, clematis dan juga aster pada musim panas.
Jalanan batu dengan dinding tua sebagai pembatas jalan terlihat begitu serasi, dan rumah-rumah setengah kayu khas abad pertengahan (half-timbered house) dengan hiasan palang yang saling melintang berjejer begitu indah. Itulah sedikit gambaran kota yang mendapat predikat "les plus beaux villages de France", (The most beautiful villages of France).









Sayang saat kedatangan kami di bulan Januari yang masuk musim dingin, tidak banyak hiasan bunga di depan jendela ataupun di jalanan. Dan pada saat kedatangan kami yang kedua kali di bulan Juni, Berbagai bunga, terutama bunga mawar menghias sepanjang jalan, depan rumah, depan jendela, dan di mana saja. Dan desa abad pertengahan ini memamerkan keindahannya yang menggoda setiap turis yang datang. Dan rata-rata rumah-rumahnya berwarna biru, coklat, putih dan oranye bata.


 Jalanan dari batu tetap terpelihara dari abad ke-15






Pada masa lalu desa gerberoy merupakan kota benteng yang cukup terkenal, menjadi bagian dari rute perdagangan di Perancis. Dan desa inipun tidak luput dari peperangan seratus tahun perang Perancis, yang mengakibatkan kehancuran istana dan juga tempat ini. Dan pada tahun 1901, seorang artis impresionist, Henri le Sidaner, menghidupkan kota ini dengan sentuhannya merubah bekas reruntuhan istana dijadikan sebuah taman yang begitu indah, jalanan baru dengan rumah abad pertengahan yang beraneka warna serta tembok kota yang di tata dengan berbagai tanaman yang menghias kota.

Kota mawar ini tidak hanya masuk sebagai salah satu kota terindah di Perancis, tetapi juga masuk ke berbagai majalah karena keindahannya. Waktu paling tepat berkunjung ke sini adalah di bulan Juni saat sedang berlangsung perayaan bunga mawar.





 Interior gereja yg begitu sederha (dr abad ke-15)

 Bekas reruntuhan istana yg diubah menjadi taman








Untuk menuju ke tempat ini, dari Paris naik kereta dari stasiun Gare du Nord menuju ke Beauvais, dan dari sana naik bus no.43





HAPPY TRAVELING.....






Saturday, 21 January 2017

Menembus Waktu di Kastil Guédelon





Perancis selain terkenal akan kota Paris dan menara Eiffel, juga terkenal akan château/ kastil dan istana raja, seperti istana Versailles, chateau Chambord, château Chenonceau dan lain-lain.

Pernahkah bayangkan bagaimana cara pembuatan sebuah château atau kastil nan megah di masa lalu? Inilah perjalanan saya dan keluarga ke château Guédelon, sebuah kastil yang sedang dibangun di masa kini dengan tehnik bangunan dan bahan baku seperti pada abad ke-13.
Château Guédelon terletak di wilayah Bourgogne/ Burgundy, 154 km dari kota Paris, tepatnya antara Saint-Sauveur-en-Puisaye dan Saint-Amand-en-Puisaye.


Setelah kami memarkir mobil dan membayar tiket seharga 14 euro/ orang dewasa dan gratis bagi anak dibawah 5 tahun, kamipun masuk ke sebuah bangungan besar dan melewati petugas pemeriksaan.
Saat kami keluar dari bangunan besar tersebut, kamipun serasa masuk ke dunia abad pertengahan. Pemandangan bangunan dan aktifitas para pekerja seperti di film-film Holywood. Pakaian para pekerja kastilpun dengan kostum khas pekerja abad pertengahan.






Tiba-tiba terdengar suara tik, tak, tik, tak… suara kaki kuda yang membawa kereta barang melewatiku, dikendarai oleh seorang wanita yang berpakain khas abad pertengahan, baju hitam panjang dengan dalaman lengan panjang putih, sedangkan dibelakangnya seorang pekerja pria dengan baju krem dan dalaman lengan panjang berwarna coklat. Mereka membawa bebatuan serta bahan bangunan lainnya, dan kereta itupun berhenti di sebuah gubug yang merupakan tempat pembuatan keramik.
Dan di samping gubug, seorang wanita berbaju abad pertengahan juga, sedang mengaduk bahan pewarna untuk cetakan keramik. Dan tidak jauh dari pembuatan keramik, terdapat sebuah gubug pemahat batu.

Jalan beberapa meter, terdapat sebuah bengkel pandai besi yang cukup besar. Dan cerobong asapnyapun sibuk mengeluarkan asap, dan di dalam bengkel dua orang pria sedang bekerja. Yang seorang sedang sibuk mengasah pisau diatas batu yang diputar dengan kaki, dan seorang lagi sibuk membakar besi di dalam tungku api.









Kuda pekerja yg kekar


Dan pemandangan kastilpun tidak kalah serunya dengan para pekerja yang sedang sibuk bekerja. Ada yang sedang menaikkan bahan bangunan dengan sebuah papan yang digerek dengan sebuah roda besar yang terbuat dari kayu. Tali-tali yang dipakai untuk mengikatpun terbuat dari rami. Tidak ada semen, tidak memakai paku, tidak ada listrik ataupun alat-alat berat seperti crane, semuanya serba tradisional.
Dan semua pekerja ini memakai baju khas abad pertengahan.
Itulah sedikit pemandangan ketika memasuki kawasan Kastil Guédelon.
Dan tidak hanya itu, terdapat sebuah gubug khusus untuk aktivitas anak-anak dan orang dewasa. Dimana para pengunjung dapat berkreasi mencetak karya imajinasi mereka dengan tanah liat yang siap di bentuk dan dihias. Setelah dibakar, hasil kreasi mereka dapat di bawa pulang sebagai oleh-oleh.



Roda besar sbg pengerek tali angkutan







pengerjaan lantai kastil tanpa bahan semen

para pekerja dlm kastil

 Penampakkan kastil dr depan

  Ruang edukatif anak2

Hasil kreasi para pengunjung



Ini adalah kunjungan saya yang kedua kalinya di Kasti Guédelon setelah 5 tahun lalu. Dan begitu banyak kemajuan dari pembangunan kastil sejak terakhir kunjungan saya. Pada kunjungan pertama saya pada tahun 2010, pembangunan kastil sudah terbentuk sebuah kastil, tetapi masih belum sempurna. Dan pembangunan tembok serta  menara pengawas sedang dimulai. 

Dan pada kunjungan saya yang kedua kalinya pada musim gugur tahun lalu, penampakkan kastil inipun semakin bagus, dan sedang berlangsung pembangunan desa bagi para pekerja, serta sebuah moulin atau kincir air khas abad pertengahan yang ditemukan saat berlangsungnya pembangunan kastil ini. Dan seorang pekerja di gubug kincir air menceritakan sejarah kincir air dan kegunaannya pada abad pertengahan kepada pengunjung muda. Dan iapun menunjukkan cara kerja kincir tersebut untuk menggiling biji gandum hingga menjadi tepung yang siap diolah menjadi berbagai bahan makanan.  
Anak sayapun sangat semangat mendengar dan bertanya serta melihat langsung cara kerja kincir ini. Adapun kincir air pada abad pertengahan semuanya terbuat dari kayu dan tidak terdapat paku besi. Diakhir acara, para pengunjung dibagikan roti khas Perancis yang dibuat dari tepung gandum hasil olahan dari kincir air tersebut.











Adalah Michel Guyot, pemilik château Saint-Fargeau yang terletak di desa Saint-Fargeau, 13 km dari château Guédelon, mempunyai mimpi membangun sebuah kastil dengan bahadan dan tehnik seperti masa abad pertengahan. Setelah melalui proses penyelidikan tempat yang layak untuk pembangunan sebuah kastil, pendanaan dan pencarian karyawan, maka pembangunan kastilpun dimulai pada tahun 1997 yang terletak di jantung wilayah Puisaye, Burgundy utara. Dan pada tahun 1998 tempat inipun di buka umum, dan rencananya kastil ini akan selesai pada tahun 2023.

Oh iya untuk menuju ke kastil Guédelon tidak terdapat akses langsung ke tempat ini. Jadi lebih baik sewa mobil, atau dari paris naik kereta dari stasiun Paris Bercy menuju ke Cosne sur loire, dan dari sana sewa sepeda menuju ke kastil Guédelon dengan jarak 26 km.  



HAPPY TRAVELING......