Saturday, 3 January 2026

Niat Healing ke Situ Gunung, Pulangnya Penuh Adrenalin

 


Suspension Bridge Situ Gunung 


Pernah nggak sih, niatnya cuma mau healing tipis-tipis, tapi pulangnya malah bawa cerita, badan pegal, dan galeri HP penuh foto estetik, serta jantung penuh adrenalin?

Ya, itulah yang saya alami saat ke Situ Gunung Sukabumi. Info Situ Gunung


Awalnya saya termasuk tim yang mikir:


“Ah, danau, hutan, jembatan… paling ya gitu-gitu aja.”


Ternyata saya salah besar.


Situ Gunung Sukabumi bukan sekadar tempat wisata alam biasa.

Ini tempat di mana kaki diuji, napas diatur, dan hati… eits... malah jatuh cinta.



Apa Itu Situ Gunung Sukabumi?


Situ Gunung adalah kawasan wisata alam yang terletak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tepat di kaki Gunung Gede Pangrango.


Di sini kamu bisa menemukan:

Danau alami yang tenang

Hutan pinus yang bikin auto estetik

Jembatan gantung panjang yang bikin lutut refleks mikir

Air terjun yang masih alami

        •   Flying fox

         •  Keranjang Sultan 


Singkatnya: paket lengkap buat yang pengen kabur dari hiruk-pikuk kota tanpa harus ke luar negeri.



Dari Jakarta ke Situ Gunung: Petualangan Dimulai


Kami tiba di Situ Gunung Sukabumi dari Jakarta pagi hari, saat udara masih segar dan suasana belum terlalu ramai. Dari area parkir, perjalanan dilanjutkan naik ojek menuju lokasi suspension bridge / jembatan gantung.


Dan di sinilah petualangan benar-benar dimulai.



Jembatan gantung Situ Gunung

Pemandangan hutan dibawah jembatan 


Begitu menginjakkan kaki di jembatan gantung sepanjang 243 meter, tinggi 161 meter,  jantung saya langsung bekerja lembur.

Antara deg-degan dan excited, dua perasaan yang bertabrakan di dada.


Saat melangkah semakin ke tengah, jembatan mulai bergoyang pelan.

Angin menyapa wajah, hutan hijau terhampar jauh di bawah kaki, sementara pegunungan berdiri gagah tepat di depan mata.


Indah? Iya.

Tenang? Belum tentu.

Tapi justru di situlah sensasinya.

Apalagi ketika banyak yang mulai berjalan di jembatan ini dan anak-anakku berlari, jembatanpun mulai bergoyang….. 



Menuju Curug Sawer: Jalan Kaki, Alam, dan Spot Foto


Setelah berhasil melewati jembatan gantung, kami melanjutkan perjalanan berjalan kaki menuju Curug Sawer. Jalurnya berbatu, diapit hutan di kiri dan kanan—sejuk dan alami.


Situ Gunung


Di tengah perjalanan, kami melewati jembatan gantung kecil, lalu menemukan beberapa spot foto unik, salah satunya berbentuk sarang burung.

Tanpa komando, langsung jadi tempat foto ria keluarga deh. 



Sarang burung Situ Gunung


Perjalanan pun berlanjut hingga akhirnya kami tiba di Curug Sawer.



Curug Sawer: Capek Lunas, Hati Adem


Begitu melihat air terjun ini dari dekat, entah kenapa hati langsung terasa adem.

Suara air yang jatuh, udara dingin, dan suasana alamnya membuat semua lelah terasa terbayar.



Curug Sawer Situ Gunung


Kami menggelar piknik kecil, menikmati bekal yang sudah dibawa dari rumah.

Makan sederhana, tapi rasanya… luar biasa.


Setelah perut kenyang, kami mulai menjelajahi setiap sudut curug.

Saat sedang asyik berfoto, tiba-tiba terdengar percakapan dalam bahasa Prancis. Rupanya ada beberapa keluarga dari berbagai negara yang juga berkunjung ke sini.


Curug Sawer Situ Gunung


Di titik itu kami tersenyum.

Ternyata Situ Gunung cukup mendunia, bukan cuma terkenal di kalangan wisatawan lokal saja loh?



Keranjang Sultan: Tenang, Adem, dan Bikin Damai


Petualangan belum selesai.


Kami melanjutkan perjalanan menuju wahana berikutnya:

Keranjang Sultan, wahana yang sempat membuat aktor Will Smith penasaran.


Setelah berjalan beberapa saat, kami tiba di lokasi—dan benar saja, antreannya cukup panjang. Tapi tidak apa-apa. Untuk pengalaman seperti ini, menunggu terasa wajar.


Dan benar saja, penantian itu tidak sia-sia.


Keranjang Sultan Situ Gunung 



Saat keranjang mulai bergerak menyusuri aliran sungai, suasana langsung berubah.

Angin membelai wajah, air mengalir di bawah, dan hati terasa tenang, adem, damai.


Rasanya seperti duduk diam, tapi pikiran benar-benar beristirahat, dan damai. 



Menuju Pintu Keluar: Ujian Terakhir Jantung


Dari Keranjang Sultan, kami melanjutkan perjalanan menuju pintu keluar. Jalurnya cukup jauh, tapi masih menyenangkan.


Kami kembali melewati jembatan gantung kecil warna merah, dan ketika tiba di sebuah area istirahat dengan wahana keranjang tali-tali yang menjorok keluar lembah, langsung menghadap ke lembah terbuka, sayapun pengen uji adrenaline. 



Jembatan merah Situ Gunung

Jembatan merah Situ Gunung


Saat saya mencoba memanjat dan duduk di keranjang itu…

jujur saja: adrenalin langsung memuncak, ngeri boooo…. 



Situ Gunung

Situ Gunung


Melihat lembah tepat di bawah kaki, jantung rasanya:

Dag… dig… dug… plassss!


Ini mengingatkan saya ketika naik di keranjang tali-tali begini (trampolin), dengan ketinggian 3 lantai di tengah lobby dalam gedung Gallery Lafayette, Paris-Prancis. (Info Kota sejuta cahaya)

Kalau di gedung jika jatuh langsung ke lantai keramik, nah, di sini jatuh langsung ke lembah, mana yang lebih serem ya ? 😂 


Foto dari internet


Perjalanan Ditutup, Kenangan Dibuka


Tak lama kemudian, perjalanan kami di Situ Gunung Sukabumi pun berakhir.

Dengan kaki lelah, hati penuh, dan kepala segar, kami melanjutkan perjalanan berikutnya menuju ke Pelabuhan Ratu.


Dan dalam hati saya tahu:

perjalanan ini bukan sekadar liburan, tapi kenangan keluarga yang akan diingat selamanya.



Lokasi & Cara Menuju Situ Gunung Sukabumi


Situ Gunung Sukabumi berjarak sekitar 16 kilometer dari pusat Kota Sukabumi.

Kabar baiknya, jika berangkat dari Jakarta, jarak tempuh kini terasa lebih singkat sejak Tol Bocimi Seksi II dibuka.



Naik Kereta (Hemat & Santai)

Kereta Api Bogor Paledang – Sukabumi

Turun di Stasiun Cisaat

Harga tiket: Rp 45.000 – Rp 80.000


Dari Stasiun Cisaat:

1. Angkot hijau ke arah Polsek Cisaat (± Rp 6.000)

2. Angkot merah ke arah Situ Gunung (± Rp 15.000)



Naik Kendaraan Pribadi

Dari Jakarta: Jakarta → Bogor → Sukabumi

Dari Bandung: Bandung → Cianjur → Sukabumi


Bisa lewat CisaatJalan Cikiray, lalu tembus ke Jalan Kadudampit.



Harga Tiket Terbaru Situ Gunung


Tiket Masuk

Weekday: Rp 16.000

Weekend: Rp 18.500


Camping

Weekday: Rp 24.000

Weekend: Rp 29.000


Wahana

Floating Lodge & Teras Bintang: Rp 25.000

Flying Fox: Rp 100.000

Ekspedisi Lembah Purba: Rp 300.000


👉 Pilih wahana sesuai tenaga dan niat. Healing boleh, tapi jangan dipaksakan.


👉 Harga sewak-waktu bisa berubah 



Penutup


Mau naik kereta, angkot, atau mobil pribadi, Situ Gunung Sukabumi tetap layak diperjuangkan.

Akses makin mudah, harga masih masuk akal, dan alamnya… bikin betah.

 



Yuk ngetrip lagi.....