Wednesday, 7 January 2026

Albi: sehari di kota Permata Merah Muda Prancis

 

Kota Albi

Bayangkan kota abad pertengahan dengan bangunan bata merah muda yang bersinar di bawah matahari selatan Prancis, sungai berliku yang tenang, dan katedral raksasa yang tampak seperti benteng. 

Selamat datang di Albi, kota kecil yang terletak di barat daya Prancis, di wilayah Occitanie, yang sering luput dari radar wisatawan—padahal pesonanya luar biasa. kota ini dikenal sebagai Kota Merah karena bangunan-bangunan bata merahnya.  Dan ini mengingatkan saya Akan kota Toulouse. Jika Anda mencari destinasi perjalanan yang unik, romantis, dan sarat sejarah, Albi adalah jawabannya. Info Albi


Mengapa Harus Mengunjungi Albi, Prancis?


Albi adalah Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2010, terutama berkat pusat kota bersejarahnya yang terawat sempurna. Kota ini menawarkan kombinasi langka antara sejarah abad pertengahan, seni kelas dunia, dan suasana santai khas Prancis selatan—tanpa keramaian kota wisata besar.


Kesalahan Kami di Albi: Datang Sabtu, Pulang Minggu


Kami sekeluarga memang sengaja datang ke Albi, Prancis.

Bukan transit, bukan iseng, tapi juga jujur saja… nggak nyangka bakal secantik ini.


Rencananya simpel:

berangkat Sabtu

pulang Minggu

jalan santai

nggak pakai target ambisius


Ternyata, Albi punya rencana tersendiri buat kami.



Tiba di Albi Sudah Malam: Fokus kumpulkan tenaga


Kami sampai di Albi sudah malam.

Badan capek, kaki pegal, otak tinggal sisa-sisa., karena Sabtu saya kerja, jadi kami berangkat jam 17:00, sampai di Albi sudah jam 22:30


Begitu check-in hotel, kami sepakat satu hal:

tidak ada eksplor malam, tidak ada sok  kuat


Untuk makan malam kami keluarkan bihun goreng dari rumah.

Iya, bihun goreng. Bukan restoran fancy. Bukan kuliner lokal. Tapi percayalah, di kondisi itu, bihun goreng terasa seperti makanan bintang lima 😂😂❤️.


Selesai makan, kami langsung tidur, untuk persiapkan tenaga besoknya.

Albi malam itu cuma kami kenal dari parkiran dan lobi hotel.



Jam 7 Pagi: Kota Ini Bangun Pelan-Pelan


Setelah sarapan, jam 7 pagi, kami langsung keluar hotel.

Masih pagi banget. Kota masih setengah mengantuk.


Kami mulai menyusuri kota tua Albi.

Jalanan masih agak gelap, toko-toko belum buka, hampir tidak ada orang. Rasanya seperti dapat akses eksklusif ke kota sebelum semua bangun.



Rumah Half timbered -Albi 

Rumah half timbered-Albi


Dan justru di jam segini, Albi terasa:

tenang

bersih

magis



Katedral Sainte-Cécile, Ikon Megah Kota Albi


Dari jauh kami sudah bisa melihat puncak katedral.

Begitu sampai di Cathédrale Sainte-Cécile, kami otomatis berhenti.


Puncak katedral terlihat dari jauh, Albi


Dari luar, katedral ini besar, kokoh, dan agak intimidatif, seperti benteng dari bata merah. Tapi indahnya bukan main.  



Katedral Sainte-Cécile, Albi


Masuk ke dalam?

Langsung berubah suasana.


Interiornya luar biasa:

langit-langit penuh lukisan detail

warna emas di mana-mana

luas dan megah tapi tidak dingin


Kami jalan pelan, bicara pelan, dan (ini jarang terjadi) anak-anak ikut tenang. Itu sudah jadi indikator kuat kalau tempat ini memang spesial.



Katedral Sainte Cécile-Albi

Interior katedral Sainte Cécile-Albi 

Katedral Sainte Cécile-Albi 


Sedikit sejarah Katedral Sainte-Cécile


Cathédrale Sainte-Cécile di Albi merupakan salah satu katedral paling luar biasa di Eropa. Bangunan ini dikenal sebagai katedral bata merah terbesar di dunia, sekaligus katedral bercat terbesar di Eropa. Di dalamnya terdapat lukisan abad pertengahan tentang Hari Penghakiman Terakhir terbesar di dunia, serta organ klasik terbesar di Prancis.



Organ klasik katedral Sainte Cécile-Albi


Meski tampil sangat megah, keindahan katedral ini bukan sekadar untuk dipamerkan. Arsitektur, pahatan, dan lukisannya dirancang untuk menyentuh hati dan pikiran, mengajak setiap pengunjung memahami makna spiritual yang mendalam.


Katedral yang berdiri saat ini merupakan katedral keempat di lokasi yang sama. Dibangun pada abad ke-13 hingga ke-14, Sainte-Cécile lahir dalam konteks Gereja Abad Pertengahan yang kuat, sementara dekorasi interiornya berkembang pada masa akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16, dipengaruhi semangat Renaisans.



Palais de la Berbie & Taman: Bonus Cantik yang Tenang


Dari katedral, kami lanjut ke Palais de la Berbie.

Bangunannya sudah cantik, tapi tamannya… Lebih cantik lagi. Taman yang rapi dan ditata begitu cantik ini membuatku tak bosan menikmati keindahannya. 


Taman palais de la Berbie- Albi

Palais de la Berbie-Albi


Dari taman, kami bisa melihat Sungai Tarn mengalir tenang di bawah. Pemandangannya bikin susah pergi, apalagi di pagi hari saat udara masih segar dan belum ramai.



Pemandangan kota di tempi sungai Tarn- Albi


Ini tipe tempat yang bikin orang duduk sebentar, lalu…. lupa waktu!



La Place de la Trébaille: Jejak Kehidupan Abad Pertengahan di Albi


Saat Kami melewati katedral lagi dari Palais de la Berbie, terlihat sebuah gapura kecil di sudut antara rumah-rumah. Sayapun penasaran, saat kami melewati gapura yang bernama la place de la Trébailleini, terasa suasana yang berbeda, rasa tenang, jauh dari keramaian. 


La place de la Trébaille- Albi


La Place de la Trébaille dulunya merupakan lokasi gerbang kuno yang menjadi bagian dari tembok pertahanan kota Albi, dikenal sebagai tembok para kanon. Tembok ini membentang dari area menara lonceng katedral hingga terhubung dengan benteng Palais de la Berbie, dan berfungsi memisahkan kawasan Castelviel dari Albi.


Pada abad ke-19, tembok tersebut dihancurkan untuk menyatukan kembali kawasan kota dan mempermudah akses. Hingga kini, sisa tembok di sisi timur alun-alun masih dapat dilihat sebagai jejak sejarah kota tua Albi, yang menjadi saksi bisu kota ini.



Nyasar di Kota Tua: Justru Ini yang Paling Berkesan


Selanjutnya kamipun berjalan lagi, mulai blusukan di kota tua.

Kami tidak pakai peta. Pokoknya mengikuti kemanapun kaki 🦶 ini melangkah. 

Dan Kamipun nyasar…. Dengan bahagia tentunya. 


Hayo mau pilih ke mana di Albi

Merah dan merah di Albi


Lorong di Albi

Salah satu sudut kota Albi

Narsis di Albi


Masuk gang kecil, keluar gang lain, menemukan:

rumah-rumah tua yang cantik

sudut kota yang tidak ada di brosur

detail-detail kecil yang bikin senyum sendiri



Salah lorong di Albi

Rumah bata merah di Albi

Lorong dengan kiri kanan bata merah, Albi


Setiap belokan seperti bilang:

“Eh, lihat ini deh, unik ya? Cantik ya?.”


Albi

Albi

Albi

Albi

Pasar tertutup di Albi


Dan di situlah kekuatan Albi.

Dia tidak pamer, tapi kalau kita mau berjalan pelan, dia akan memperlihatkan sudut keindahannya.



Sayang hanya semalam di Albi 


Kunjungan kami ke Albi cuma Sabtu–Minggu.

Pendek. Singkat. Tapi bikin jatuh cinta.


Albi itu:

tidak ribet

tidak berisik

ramah untuk keluarga

dan penuh kejutan kecil


Kalau ada satu pelajaran dari perjalanan ini, itu adalah:

jangan remehkan kota kecil di Prancis.


Karena kadang, kota seperti Albi justru yang paling lama tinggal di ingatan.



 Catatan Akhir


Kalau kamu road trip di Prancis dan ingin kota yang:

✔ tenang

✔ cantik

✔ kaya sejarah

✔ enak dijelajahi pagi-pagi


Albi pantas banget masuk itinerary.

Dan kalau bisa…

jangan cuma semalam cyn…. Rugiiiii….. 

baca juga Nîmes, dengan keindahan arena nya yang masuk UNESCO. 



Happy Traveling….. Where next…?







No comments: