Thursday, 11 February 2016

Tersihir Tarian Aurora Borealis di Norwegia







Sudah begitu lama impian saya untuk melihat aurora borealis di bumi utara. Fenomena alam yang selalu saya baca beritanya ataupun foto-foto yang bersiliweran di internet. Dan ketika teman-teman saya yang tinggal di kota Harstad, Norwegia utara, menawarkan rayuan untuk melihat tarian aurora di bumi utara, sayapun tidak bisa menolaknya. Hasrat melihat bumi utara Norwegiapun semakin kuat setelah teman saya dari Harstad mengirimkan foto-foto hasil jepretannya tentang alam bumi utara. Bentangan geografi dengan rentetan pulau, gunung yang tertutup salju, laut, serta danau yang membeku yang hampir semuanya terlihat putih. Desa nelayan dengan rumah-rumah kayu berwarna merah, serta kemunculan aurora borealis yang membuat setiap mata yang melihat akan jatuh cinta. Dan Itulah yang saya rasakan ketika mengunjungi negeri seribu fjord  ini diakhir bulan January

Dan keputusan saya berlibur seminggu di utara Norwegia membuat banyak teman dan tetangga dalam pertanyaan. Kenapa saya berlibur ke daerah yang dingin dan jarang matahari? Seharusnya berlibur ke Eropa selatan yang lebih hangat. Dan hanya satu jawaban saya, 'Saya ingin berdansa dengan sang Aurora'. Sound simple, but that's my passion.
  

Norwegia, negara termakmur no.4 di dunia ini mempunyai kota-kota modern di utara yang asyik untuk di jelajahi, Salah satunya adalah kota Harstad. Sebuah kota di kotamadya Harstad di county Troms. Kota ini juga pusat administrasi kotamadya Harstad dan terletak di bagian timur laut dipulau terbesar yang bernama Hinnøya, yang masuk dalam arctic circle dan berada di tengah-tengah Nothern Lights Zone. 
Jadi saat Midnight Sun (21 Mei-21 Juli), dimana matahari tidak pernah tenggelam di bawah garis horisontal, dan kita dapat menyaksikan matahari hingga tengah malam, yang dikenal dengan nama Midnight Sun. Dan saat Polar Nights (21 Nov – 21 Jan), matahari tidak pernah muncul dari cakrawala! Unik ya?




Untuk mencapai kota ini dapat ditempuh dengan pesawat dari Oslo–Bandara Harstad/Narvik dengan waktu tempuh 90 menit dan dilanjutkan dengan naik shuttle bus sekitar 40 menit hingga ke kota Harstad. Dalam perjalanan dari bandara ke kota Harstad, pemandangan hutan pinus yang tertutup salju dengan beberapa rumah mungil traditional berwarna merah tersaji dengan indah. Dan saat melewati jembatan penghubung antar pulau, pemandangan fjord dengan lekukan menawan yang dipadu dengan putihnya salju yang menutupi daratan bagaikan sebuah lukisan yang memikat hati. Dan pemandangan disepanjang jalan menuju ke kota harstadpun tersuguh dengan cantik, lanskap pegunungan dengan tebing-tebing curam yang bertabur salju, danau yang membeku, bahkan beberapa titik mata air yang membeku bagaikan mutiara yang menempel di tebing batu yang kokoh. 








Kota Harstad disaat musim dingin dengan suhu -7 derajat celsius pada siang hari cukup menusuk tulang. Awan kelabu setia bergelayut dan hampir seluruh kota tertutup salju, tetapi itu tidak menutupi  keindahan kota ini. Saat berjalan di Sentrum atau pusat kota yang terletak di tepi laut Vågsfjorden ini, warna putih salju menutupi permukaan tanah dan di sepanjang jalan Rikard Kaarbø Square berdiri toko-toko, butik, dan restoran khas Norwegia. Bangunan Bothnergård menghadap alun-alun kota yang diikuti oleh gedung bank Harstad Sparebank, Evensen, dan Lind-gård, Eriksen, dan Saue-gård diseberang gedung Lind-gård. Semuanya berjejer dengan indah, dan sangat kecil kemungkinan untuk tersesat berjalan di kota ini.

Di depan  Rikard Kaarbø Square, perahu dan yach berjejer di dermaga Harstad, serta kapal fery yang menuju ke kota Tromsø dan juga beberapa kapal nelayan ukuran besar dari negara tetangga seperti Belanda. 










Keluar sedikit dari Sentrum, terdapat Trondenes Historical Center, para turis dapat melihat bekas kamp tentara Rusia yang didirikan oleh Nazi serta meriam Adolf Gun. Dan juga sebuah gereja  dari abad pertengahan, Gereja Trondenes. Gereja Trondenes merupakan gereja batu tertua di bumi utara dan terletak dilingkungan yang indah, di tepi laut dengan pemandangan ke kota Harstad. Interior gereja inipun menawarkan arsitektur yang unik dan apik. Bahkan di beberapa bagian dinding gereja ini masih terdapat tulisan Viking kuno.









Pada hari ketiga, setelah dua hari berturut-turut awan kelabu dan salju turun dengan hebat, maka satu teman saya kembali ke Jerman dengan kecewa karena tidak berhasil melihat aurora borealis. Setelah teman saya ke bandara, tiba-tiba langit kelabu yang bergelantung dilangit terbelah oleh sinar matahari yang muncul di horizon. Dan biasanya aurora akan muncul pada malamnya bila langit cerah. Maka saya dan teman-teman yang tinggal di Harstadpun mulai mempersiapkan peralatan photography dan baju hangat serta makanan kecil. Tetapi ketika hari mulai sore, awan gelapun mulai menutupi langit dan hujanpun mulai turun yang meruntuhkan hati kami. Setelah hujan turun, gantian saljupun turun. Hilanglah sudah impian berdansa dengan aurora di bumi utara, dalam kekecewaan, sayapun mulai menghibur diri dengan berkata, 'masih ada esok hari, siapa tahu sang penari hijau akan muncul'.



Tetapi teman saya mengatakan bahwa beberapa minggu lalu sebuah group 'Hunting Aurora' yang diadakan oleh paket tour photography setempat, harus menunggu seminggu untuk bisa mendapatkan aurora, dan kadang itupun belum pasti dapat, karena cuaca yang kurang bersahabat. Ajib.... Sesak rasanya dada ini, seminggu belum tentu dapat? Apalagi saya yang hanya beberapa hari? 



Untuk menghibur hati, kamipun berkeliling ke danau beku di sebuah taman hutan yang cukup luas. Melihat orang tua mengajarkan anaknya bermain ski, maka sayapun tidak ketinggalan bermain salju bagaikan anak kecil mendapat mainan baru. Lumayanlah untuk menghibur dada yang sesak.




Ketika hari mulai menjelang malam, langit tampaknya menunjukkan cerianya. Salju mulai perlahan-lahan reda, dan kamipun kembali ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan peralatan photography kami lagi. Saat dalam perjalanan menjemput seorang teman, tiba-tiba teman saya berteriak dari dalam mobil yang sedang melaju. 'Mi, itu si ijo, si ijo Miiii...'. Saya bingung, apanya yang ijo-ijo? 'Lihat ke langit, Mi.... that's her.... sang diva!'. Saya lihat ke langit, tidak ada apa-apa.... manaaaa...



Dan kamipun tiba di rumah teman, dan keluar dari mobil untuk melihat ke langit supaya melihat lebih jelas, tetapi saya hanya melihat awan dan bintang-bintang. Lalu teman saya yang lainnya mulai gregetan, 'itu loh Mi', sambil menyorot ke langit dengan senter sorotnya. Ahhhh iyaaaa, Dan mata sayapun mulai terbiasa melihatnya, tetapi tetap tidak begitu jelas seperti foto-foto yang saya lihat di internet. 


Dan teman sayapun mulai mengecek kekuatan aurora di aplikasi handphone 'Aurora Forecast', dan ternyata kekuatan aurora akan semakin kuat, dan tanpa menunggu lama kami berempatpun berkendara ke pulau Kveøya. Karena untuk melihat aurora borealis secara jelas harus ke daerah yang gelap gulita, alias tidak ada lampu-lampu kota. 




Untuk mencapai pulau ini terdapat jembatan penghubung antara pulau Hinnøya dan pulau Kveøya. Karena suasana gelap gulita, sayapun tidak bisa menyaksikan pemandangan di sekitar jembatan ini. Setelah menyeberang, kendaraan yang membawa kami menuju ke jalan raya hingga tiba diujung pulau, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan menurun hingga ke pantai Øynesfjære. Jalan menurun yang kami tempuh harus melewati hutan dengan jalan penuh salju serta licin, dan kamipun harus waspada bila ada moose atau rusa kutub besar yang kadang berkeliaran di kawasan ini.



Setelah mencapai tempat yang strategis untuk melihat aurora secara jelas, kamipun mulai memasang kamera dan duduk dengan manis menyaksikan sang diva menari di antara bintang-bintang di langit. Sungguh cantik dan gemulai tarian sang primadona dari utara ini, tidak henti-hentinya bibir ini menyerukan kekaguman akan keindahan aurora borealis yang saya saksikan di malam ini. Dominan hijau memanjang di langit hingga hampir mencapai daratan, setiap detik gerakannya selalu berubah-ubah, kadang diselingi warna ungu. Dan gerakan aurorapun tidak menoton di satu tempat, selalu berpindah tempat, kadang di utara, lalu hilang, tiba-tiba muncul di selatan, lalu memanjang dan berubah ke arah barat, bahkan membelah diri menjadi dua aurora yang saling berhadapan. Bahkan kadang menyebar hampir menutupi sebagian langit yang dapat kami lihat. Sungguh indah fenomena alam dari utara ini. 



 Tarian sang diva yg sempet direkam


Sedikit Info Tentang Aurora Borealis

Adapun Aurora tercipta karena adanya miliaran partikel energi yang terdiri dari proton dan elektron dilontarkan matahari dengan kecepatan tinggi hingga 500 mil per detik dalam sebuah pancaran cahaya matahari. Pancaran ini biasa disebut dengan angin matahari atau solar wind yang terbentuk karena adanya ledakan besar dipermukaan matahari (Coronal Mass Ejection )

Setelah melalui perjalanan ke bumi yang bisa bertahan hingga dua sampai tiga hari, partikel matahari dan medan magnet bumi yang saling bertumbukan menyebabkan pelepasan partikel yang sudah terjebak didekat bumi. kemudian, partikel yang terjebak tersebut memicu reaksi dibagian atas atmosfer (ionosfer) dimana molekul oksigen dan nitrogen beraksi dan melepaskan foton cahaya. Foton cahaya inilah yang kita lihat sebagai cahaya terang yang menari-nari diatas langit yang disebut aurora.



Ketika hari semakin larut dan dingin semakin menusuk tulang, kamipun kembali ke rumah, dan dalam perjalanan pulang, tidak henti-hentinya bercerita tentang sang penari hijau yang gemulai di langit. Betapa beruntungnya saya, tidak harus menunggu lama untuk melihat secara jelas dan nyata sang aurora yang selalu membuat saya terkesima dan takjub tiada tara.



Untuk mendapatkan aurora itu juga sangat tricky, selain faktor cuaca, kekuatan magnetik matahari, lokasi dan waktu, faktor keberuntungan juga sangat berperan. Fenomena alam ini tidak ada yang bisa mengontrol kapan aurora akan muncul. Bahkan saat ini banyak paket tur yang menawarkan berbagai macam jenis paket tur berburu aurora, dari yang harga 100 euro hingga ribuan euro. Mereka akan membawa para turis atau pemburu aurora ke daerah strategis untuk melihat aurora, tetapi itu juga tidak menjamin akan langsung bertemu dengan buruannya, seperti yang pernah dijabarkan oleh teman saya.



Selain melihat aurora borealis di pantai Øynesfjære, malam berikutnya sayapun menyaksikan sang aurora beraksi di gunung Aunfjellet. Tetap dengan tarian yang mempesona serta diselingi warna-warna lain selain hijau yang dominan.

Perjalanan kali ini membawa imajinasi saya terbang tinggi bersama petualangan alam yang menawan di bumi utara Norwegia.






Dan suatu keberuntungan bagi saya yang selama dua hari berturut-turut dapat menyaksikan tarian sang aurora di langit yang cerah. Dan semua ini berkat teman-teman yang tinggal di Harstad, yang sangat mengetahui lokasi ideal untuk menyaksikan aurora secara jelas.




Special Thanks to: Patty Thorbergsen,Cecilia Rønnevik, Winna Torvik, and Deby Loppies-Pedersen.



HAPPY TRAVELING....  



No comments: