Thursday, 14 July 2016

Taman Yang Tersembunyi Di Kota Paris







Saat menyebut kota paris, yang terpikirkan adalah fashion, mode, dan tempat-tempat menarik sepertI: menara eiffel, champs-elysees, museum louvre, dan disneyland. tetapi banyak yang tidak tahu, bahwa ada sisi lain tersembunyi yang terabaikan selama puluhan tahun di dalam kota sejuta cahaya ini. 

Rel kereta api yang dikenal dengan Petite Ceinture ini dari tahun 1852 dengan panjang 32 km yang mengelilingi kota paris, menjadi bagian dari kota yang telah dilupakan. Rel kereta ini tidak dipakai lagi sejak 1934 dan ditelantarkan hingga banyak bagian dari rel menjadi besi tua dan sebagian lagi ditumbuhi tumbuhan liar dan tak terurus.



Bagian rel yg memotong Taman Montsouris (Alexander Bradley)





Rel kereta api yang mengelilingi kota paris ini adalah rel kereta militer, dan dengan perkembangan waktu, akhirnya rel inipun digantikan dengan rel yang baru, yang berubah fungsi menjadi rel penumpang. Rel yang terlupakan ini menjadi terbengkalai seiring berdirinya banyak bangunan yang menutupinya. Sedangkan di beberapa bagian lainnya menjadi bagian dari taman kota. 
Dan satu yang menarik dari kreatifitas masyarakat adalah membuat taman kecil yang asri di samping rel, salah satunya yaitu ‘les Jardins du Ruisseau’, atau Taman Ruisseau, yang terletak di utara Paris, tepatnya di wilayah Cignancourt.

Taman kecil dengan panjang 400 meter dan lebar 20 meter ini memanfaatkan lahan lowong di samping rel kereta Petite Ceinture yang tidak terpakai lagi. Adalah ide dari organisasi Porteuse yang ingin melestarikan lingkungan yang bermanfaat bagi masyarakat, maka dibangunlah taman mini yang asri ini. 

Mereka menanam berbagai jenis bunga yang akan berbunga bergantian sepanjang tahun, tanaman buah-buahan seperti tomat, dan juga terdapat tanaman dalam kolam buatan. Dan merekapun menempatkan beberapa meja dan kursi sebagai tempat istirahat didalam taman sambil menikmati berbagai jenis bunga. Setiap tahun di musim panas, selalu ada acara musik dengan berbagai tampilan oleh masyarakat setempat. Sedangkan di sisi kanan rel, terdapat deretan pondok bagi para pengunjung yang ingin menikmati berbagai jenis makanan yang dijual pada saat musim panas.


















Adapun bahan-bahan yang digunakan sebagai wadah tanaman adalah dari bahan daur ulang, seperti ember, baskom, bahkan sepatu bot bekas. Bagian bagian tembok pembatas rel, digantung berbagai foto serangga dan tanaman yang memberi nuansa yang indah. Saat berada di taman kecil ini, saya lupa bahwa ini di kota Paris. Dan taman ini menjadi tempat yang asyik bagi penduduk setempat maupun turis yang ingin menikmati taman mini dengan berbagai aktifitas serta sejarah rel kereta La Petite Ceinture ini.





Jadi bagi teman-teman traveling yang ingin melihat sisi lain dari kota sejuta cahaya ini, La Petite Ceinture dengan taman mini yang kreatif ini bisa menjadi salah satu alternatif.





Happy Traveling.....

2 comments:

herva yulyanti said...

Bagus y mba, dan bisa manfaaatin bahan daur ulang kepikiran gitu buat inovasi dan kreatif :)

Mimi Champy said...

@herva yulyanti iya mbak, mereka tdk ingin sia2kan sesuatu yg terlantar, jd diberdayakan spy bermanfaat.... walau hanya lahan kecil tapi jd apik dan asri... :)