Friday, 11 November 2016

Trik Berkunjung ke Museum Dengan anak







Mungkin banyak dari kita sebagai orang tua saat berkunjung ke sebuah museum dengan anak-anak adalah suatu hal yang cukup membuat pusing, apalagi bila anak masih dibawah umur 10 tahun, apalagi balita. Begitu juga dengan saya yang mempunyai 2 orang anak, 3 dan 6 tahun. Dulu hampir tiap saat berkunjung ke museum, apalagi Museum yg cukup besar, itu merupakan suatu tantangan besar. Anak jadi rewel, orang tua tak tenang menikmati setiap koleksi, anak jadi cape dan bosan.

Tetapi semua itu berakhir saat seorang teman memberi tips mengajak anak ke museum. Dan ketika saya mempraktekkannya, benar-benar manjur dan anakpun jadi belajar, dan senang.

Saat berkunjung ke museum dengan anak, cobalah tanya pendapat mereka  terhadap dua atau tiga benda atau lukisan yang akan diamati hari itu dan tanyakan hal-hal sederhana kepada mereka. Bila kebetulan kita mengetahui cerita dibalik lukisan itu, kita bisa ceritakan kepada mereka dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh anak-anak.

Misal saat kami melewati sebuah lukisan peperangan di chateau Chantily, dengan seorang panglima memegang pistol dan dibelakangnya pasukan siap berperang. Lalu saya bertanya kepada si sulung. 

-       Menurut kamu orang ini sedang apa?
-          Dia sedang mau perang, sambil membawa pedang.
-          Dia sedang memegang pedang atau pistol ?
-            (Si sulung memperhatikan lukisan itu lebih seksama), dia memegang pistol, mama.
-          Kenapa kamu berpikir dia mau perang?
-          Karena ada pasukan dibelakangnya sedang siap-siap perang, mama.

Dan pada kesempatan lain, saya bertanya tentang lukisan Marie-Antoinette.

-         menurut kamu siapakah dia ?
-         Ratu ?
-        Ya, dia adalah ratu Marie-Antoinette, dan kamu tahu siapa raja Perancis yang di pancung ?
-        Louis XV mama.
-       Bukan Louis XV, tetapi anaknya, yaitu Louis XVI, dan ini adalah istrinya, yaitu Marie--   Antoinette, yang sama-sama dipancung juga.
-       Ayo coba mana lukisan Louis XVI ?
-       Dan si sulungpun sibuk mencari lukisan Louis XVI.
   
Tujuan dari pertanyaan bukan untuk mencari jawaban yang benar, tetapi lebih untuk memancing mereka untuk mengamati lukisan ini secara seksama sambil mengasah daya imajinasi mereka. Dan kadang tehnik inipun saya terapkan pada diri sendiri saat menikmati suatu lukisan.

Dan bila  berkunjung ke museum dengan anak, janganlah terlalu lama, paling lama yang pernah saya terapkan antara 1-2 jam saja. Karena lebih dari itu anak sudah mulai bosan dan rewel, dan untuk mencegah kebosanan anak, bisa diajak ke ruang khusus untuk permainan anak-anak bila terdapat di museum. Kebanyakan museum di Perancis terdapat sesi khusus anak-anak yang dirancang sedemian rupa, atau bila museum yang merangkap kastil, seperti Chateau Chantily.

Setelah selesai menikmati lukisan di museum, sayapun mengajak anak saya ke bagian butik souvenir, dan sebagai hadiah mereka dapat memilih souvenir yang mereka inginkan. Dan sebagai akhir acara, kamipun duduk di cafe yang terdapat di luar chateau Chantily, sambil menikmati coklat hangat dan crepe. Tujuannya untuk mengobrol lebih rileks dan saling membahas kegiatan mereka.

Jadi mengunjungi museum dengan anak-anak bukan lagi suatu momok, tetapi sebagai pengalaman yang menyenangkan. Sehingga lain kali ketika mengajak mereka ke museum lagi, mereka akan menerima dengan senang hati.



HAPPY TRAVELING.....