Saturday, 8 July 2017

Berjalan-jalan di sekitar Montmartre, Kawasan Seniman Dunia







Paris yang selalu identik sebagai kota romantis, kota mode dan kota seni, tidaklah lepas dari peranan sebuah wilayah perbukitan sebelah utara kota Paris, Montmartre. Distrik yang terletak di diatas bukit ini merupakan salah satu tempat yang paling berwarna serta romantis di kota Paris. Sebuah kawasan yang memiliki suasana kota tua yang antik, klasik, yang membuat kita merasakan sisi lain kota metropolitan. Menyusuri jalanan sempit yang diapit bangunan-bangunan apartemen, toko, dan cafe dengan deretan tiang lampu jalanan yang klasik. Serta kadang harus naik turun tangga yang curam, karena kawasan ini memang berada diatas bukit. Di sisi kiri kanan tangga kadang terdapat deretan bangunan yang unik serta deretan pohon di sampingnya, menjadi pemandangan khas kawasan ini.








Montmartre memberikan inspirasi bagi orang-orang seperti, Pablo Picasso, Vincent Van Gogh, Zola, Salvador Dali, Claude Monet, dan Renoir, yang tinggal dan bekerja di sana. Dan jangan heran bila di kawasan ini anda akan menemui sejumlah tempat yang merupakan bekas studio atau tempat tinggal seniman-seniman tersebut.

Pada abad ke-19, Montmartre terkenal dengan kesenian bohemia yang dibawa oleh para seniman bohemia yang berasal dari Rumania. Kata Bohémien dalam Bahasa Prancis ditujukan kepada orang-orang Rumania yang datang Ke Perancis melewati wilayah Bohemia (sekarang Republik Czech). 

Selain dikenal sebagai tempat para seniman, Montmartrepun terdapat sebuah gedung dengan berbagai tarian yang indah, itulah Moulin Rouge, atau dalam bahasa Indonesia Kincir Merah. Bangunan ini gampang dikenali karena berwarna merah dan terdapat sebuah kincir angin besar diatas gedungnya. Moulin Rouge dibangun pada tahun 1889, dan sangat terkenal dengan pertunjukkan tarian cancan. Tarian yang diciptakan oleh Charles Monton, seorang pakar musik dansa di London. Tarian ini begitu terkenal karena keunikkannya, dimana gerakannya dititikberatkan pada sepakan si penari. Dan Moulin Rouge-pun menginspirasi sebuah film paroduksi Hollywood dengan judul yang sama, yang dibintangi Ewan McGregor dan Nicole Kidman. Saat ini Moulin Rouge adalah salah satu club malam yang menyajikan hiburan cabaret yang berkelas, serta salah satu ikonik kota Paris.






Selain Moulin Rouge yang memiliki kincir angin kuno, masih satu tempat lagi yang memiliki kincir angin kuno, yaitu  di Moulin de la Galette. Dan kedua kincir angin ini sering menjadi objek lukisan para seniman, salah satunya lukisan terkenal karya Renoir yang berjudul, “Le Bal du Moulin de la Gallette” yang sekarang dipamerkan di museum d’Orsay, Paris. 
Moulin de la Gallette yang terletak di rue Epic sekarang berubah menjadi sebuah restoran.





Diantara dua kincir angin ini terdapat sebuah cafe yang cantik, dan yang menjadi lokasi syuting film Amélie, yaitu Les 2 Moulins. Nama Les 2 Moulins yang berarti 2 kincir angin ini, karena letaknya diantara kedua kedua kincir angin kuno yang masih tersisa di Montmartre. Seperti kebanyakan cafe di Paris, Les 2 Moulins ini memiliki design yang stylish dengan tempat duduk di trotoar. 






Salah satu tembok yang paling indah dan instagrammable di dunia terdapat di Montmartre, yakni Mur des Je T’aime atau tembok I Love You. Dinding seluas 40 meter persegi yang tersusun dari 612 lembar ubin ini penuh dengan tulisan Aku Cinta Kamu dalam 300 bahasa. Pembuatnya adalah duo seniman Frederic Baron dan Claire Kito. Tujuan mereka adalah membuat sebuah lokasi pertemuan sekaligus monumen cinta bagi para pasangan. 
Baron mengumpulkan berbagai ungkapan cinta dari kantor-kantor kedutaan yang ada di Paris. Kemudian dia meminta Kito yang seorang seniman kaligrafi oriental untuk menuliskan kalimat-kalimat romantis itu. 
Tembok I Love You ini terletak di pusat taman Abbesses, tidak jauh dari stasiun metro Abbesses.





Bila mendaki tangga atau naik funicular hingga ke puncak bukit, dimana terdapat Basilique Sacré-Cœur (Basilika Hati Kudus), dan di belakang gereja ini terdapat Place du Tetre. Yaitu sebuah alun-alun kecil yang menjadi studio outdoor bagi para seniman Montmartre masa kini, yang berkumpul dan mempersembahkan hasil karya mereka, dan andapun dapat meminta salah satu para seniman tersebut untuk membuat sketsa wajah anda. 
Alun-alun ini dikelilingi oleh bangunan-bangunan café, restoran yang bergaya klasik yang semakin menambah warna serta nilai artistik Place du Tetre. Dan kemegahan Sacré-Cœur yang ikut terlihat memadati sudut tepi alun-alun semakin menambah keindahan tempat ini.

Basilique Sacré-Cœur merupakan sebuah gereja berkubah putih yang terlihat indah dan megah di puncak bukit. Bangunan bergaya Byzantine-Romanesque ini terbuat dari batu travertine, yang terus menghasilkan calsite, suatu senyawa yang menghasilkan warna putih ketika bercampur dengan air hujan, sehingga dinding bagian luar basilika ini akan tetap terlihat putih bersih. Sungguh menghemat biaya untuk membersihkan gedung yang dibangun pada tahun 1875 ini.

Selain di Place du Tetre, di sekeliling basilika ini terdapat banyak pelukis jalanan, yang menawarkan lukisan dari gaya impresionis hingga karikatur.

Dan di sepanjang tangga menuju ke Sacré-Cœur, merupakan salah satu tempat favorit bagi para pengunjung untuk sekedar berfoto dengan latar basilika atau duduk sambil menikmati pemandangan kota Paris, sambil ditemani musik dan atraksi musisi jalanan yang memperlihatkan kebolehannya. 
Jadi jangan heran bila pada puncak musim liburan seperti musim panas, tangga-tangga menuju ke basilika sangatnya penuh.  






Bagi anda yang ingin melihat perkebunan anggur tetapi tidak sempat ke pedesaan di Prancis, di Montmartre anda masih dapat melihat satu dari sedikit kebun anggur yang masih tersisa di Paris. Vigne du Montmartre yang berada di tanah bukit ini terletak di rue Saint-Vincent, dekat museum Montmartre. Ladang anggur ini masih memproduksi beberapa ratus botol wine yang di lelang pada wine festival yang diadakan setiap hari Sabtu pertama di bulan Oktober.  

 
Dengan segala pesona dan sejarahnya, tak diragukan lagi Montmartre menjadi salah satu kawasan yang berwarna warni dan unik di Paris. Dan tidak heran bila Montmartre adalah tempat paling romantis di Paris yang membuatnya selalu dibanjiri turis tiap tahun.





Cara menuju ke Montmartre:

-       Metro line no. 12, turun di stasiun metro Abesses. Anda akan langsung sampai di pusat distrik Montmartre.

-       Metro line no.2, turun di stasiun metro Anvers atau stasiun metro Blanche (Moulin Rouge).

Dan bila anda ingin menghemat waktu dan tidak mau cape, dapat naik kereta mini beroda untuk berkeliling kawasan ini.





HAPPY TRAVELING......



No comments: