Friday, 27 January 2017

Chateau de Pierrefond, Chateau Para Kesatria







Ketika Pertama kali dengar nama kastil ini, rasanya kurang terkenal yah? Daripada penasaran, saya dan sekeluargapun samperin kastil Pierrefonds yang terletak di wilayah Picardie, 98 km di utara kota Paris.

Saat kaki sampai di kota Pierrefonds, dari jauh kami sudah melihat puncak-puncak menara kastil yang mencuat begitu indah dan kokoh diantara pepohonan. Dan tiba-tiba anak sulung sayapun bertanya apakah kita sedang menuju ke Disneyland? Karena Menara-menara kastil yang mencuat di atas perbukitan terlihat mirip dengan logonya Disney.




Kastil Pierrefonds adalah salah satu contoh arsitektur militer abad pertengahan yang indah. Batu putih dan Menara multi-level diatasnya yang memberikan kesan romantis, mirip istana dongeng yang bertengger diatas bukit dan menghadap ke sebuah desa yang indah. Karena inilah, maka kastil ini menjadi tempat setting beberapa film, seperti serial Merlin produksi BBC, Les Visiteur (1993), dan The Messenger: The story of Joan of Arc (1999).

Benteng besar ini dibangun pada abad ke-14 oleh Louis d’Orleans, kemudian dibongkar oleh Louis XIII pada awal abad ke-17. Dan selama hampir dua abad reruntuhan ini terabaikan hingga dibeli oleh Napoleon I pada tahun 1810 sebagai situs nasional. Dan kastil inipun direstorasi oleh Viollet-Le-Duc (yang juga bertanggung jawab merestorasi Carcasonne) dengan gaya romantis atas permintaan Napoleon III. Benteng dengan bentuk persegi panjang yang tidak teratur terdapat delapan menara di tiap sudutnya. Dan di tiap Menara terdapat patung kesatria yang gagah berani dari abad pertengahan: Josué, Stiffs, Hector, Alexandre, Arthur, Charlemagne, Godefroi de Bouillon, dan Jules César. 





Untuk sampai ke benteng ini, kamipun harus berjalan di jalanan yang menanjak, melewati gerbang pertama, dan saat di depan gerbang utama kastil, pemandangan yang tersaji seakan-akan saya masuk ke masa lalu. Terdapat beberapa peralatan perang sejenis pelontar batu dari abad pertengahan di samping tembok kastil. 

Dan dari tempat ini saya dapat melihat pemandangan kota Pierrefonds yang indah. Kemudian saya berjalan melewati gerbang pintu dengan jembatan kayu yang dapat diangkat. Saat kaki berjalan menuju ke sebuah ruangan yang merupakan butik souvenir dan juga penjualan tiket. Mata saya menangkap sebuah patung dekorasi berbentuk salamander di dinding, dan setelah dilihat lebih dekat, rupanya ini adalah talang pembuangan air hujan dari menara kastil. Unik ya. 






Untuk mengunjungi benteng Pierrefonds, pengunjung cukup membayar 7.50 euro/ orang dewasa, dan anak-anak dibawah 18 tahun tidak dikenakan biaya masuk. Setelah tiket ditangan, kamipun mulai menjelajahi kastil nan cantik ini.
Pertama-tama kami melewati lorong yang terdapat banyak patung yang menghias di langit-langit dan juga di tiang bangunan. Dan patung-patung ini mempresentasikan cerita yang saling berhubungan antara satu patung dengan patung lainnya.

Setelah keluar dari lorong, kami sampai di halaman kastil yang tidak begitu besar, tetapi dari sini kami dapat melihat keindahan arsitektur bangunan yang begitu apik dan indah. Lalu kami memasuki sebuah ruangan yang diperuntukkan sebagai kapel, dan di depan altar terdapat patung Joan of Arc yang indah.  







 Patung Joan of Arc


Selanjutnya kami mulai menelusuri dari satu ruang ke ruang lainnya, dan di sebuah ruangan besar yang digunakan sebagai aula utama dari kastil ini, yang di sebut ‘Salle des Preuses’, mempunyai lebar 10 m, panjang 50 m, dan tinggi 12 m. Tidak hanya besar dan luas, ruangan ini juga terdapat dekorasi polikrom yang mewah. Sebuah ruangan yang dirancang begitu mewah sebagai tempat resepsi kekaisaran, dan juga sebagai tempat etalase raksasa untuk koleksi pribadi Napoleon III. Di atas pintu masuk terdapat sebuah patung singa yang begitu gagah, dan ini mengingatkan saya akan film Narnia. 

Ada dua kelompok patung di kedua ujung lorong: di pintu masuk, Charlemagne dengan sekelompok pangeran paladin. Dan di ujung lain, sekelompok preuses (prajurit wanita) menghiasi perapian yang monumental, Permaisuri Eugenie dan delapan sahabat.







                                            Charlemagne dengan sekelompok pangeran paladin



Preuses Meiden (prajurit wanita)  

 


Saat kaki sampai di ruang bawah tanah, maka sampailah saya di sebuah ruangan yang penuh dengan replika patung dan peti mati yang terbuat dari batu khas abad pertengahan. Replika ini awalnya terdapat di istana Versailles, lalu dipindahkan ke kastil Pierrefonds. 
Suasana ruang bawah tanah ini cukup menyeramkan, dimana lampu remang-remang dan terdengar suara pidato raja ataupun percakapan para kesatria dan juga suara putri raja dan ratu. Selama dalam ruangan ini, ada rasa ngeri yang menyusup di hati, sekeliling yang terlihat hanya patung-patung dan peti mati, bila tidak ada turis lain, mungkin saya sudah ngacir. 















Setelah dari ruang bawah tanah kamipun mengakhiri kunjungan ke benteng yang bagai dalam cerita dongeng ini, para kesatria, raja-raja, pangeran dan putri raja serta patung berbagai bentuk binatang menghiasi tiap ruangan.

Selain kastil Pierrefonds, kami juga mengunjungi kota Pierrefonds ini. Kota dengan pemandangan yang cantik. terdapat danau kecil dimana pada musim panas dapat menikmati pemandangan kastil dari danau dengan menyewa perahu kecil. Dan dimanapun kami pergi, ujung-ujung menara kastil selalu terlihat dengan indah. 




Chateau de Pierrefonds dibuka setiap hari kecuali hari senin dan libur nasional.

Untuk menuju ke château ini tidak terdapat transportasi langsung. Dari Paris naik kereta menuju ke Compiegne (45 menit). Dan dari Compiegne naik bus, dan harap cek jadwal bus, karena jadwal bus suka berubah. Atau naik taxi dari Compiegne dengan membayar 25 euro sekali jalan.



HAPPY TRAVELING.....



4 comments:

Tira Soekardi said...

wow keren nih kastilnya , aku suka yang berbau keunikan apalagi berasal dari abad lampau

Vicha said...

Keren banget makkkkkk

Mimi Champy said...

@Tira Soekardi Iya kastil keren abis... masuk ke sana benar2 terasa masuk ke kastil dgn para kesatria abad pertengahan yg gagah mbak....

Mimi Champy said...

@Vicha Sayang dirimu kesorean waktu ke sininya.... kl ngga kan bisa kita ajak2 ke sono mak....